Wanita memiliki surga jika dia telah menjadi seorang ibu.. Pria memiliki surga jika dia telah menjadi seorang suami..
Berkata "iya bisa" semua org bisa! buat bisa dipercaya iya bisa, ya
membiasakan dengan tindakan! Baru buahnya "iya kamu bisa" *diakui*
Kalo mau diakui ya jangan cuma berkata-kata, tinggal diam terus menggerakkan panca indera buat Melakukan..
Tunggu dengan sabar sampai sadar.. Tuntun dengan sabar sampai sadar.. Telah sadar dengan sabar menuntun dan menunggu
Dengan senyuman ku hadapi perbedaan, karena itu ku anggap teka-teki yang menantang untuk dijawab dengan senyuman kemenangan..
Dibolak-balik terus biar ga gosong, sama halnya dikasih senang dan sedih biar ga kosong.
Senang itu pilihan, Sedih itu kepilih
Seumuran itu pilihan, Berumur itu kepilih.
Memilih senang berumur atau senang seumuran? Memilih sedih berumur atau sedih seumur-umur?
Merasa ditinggalin buat sedih? Sedih ditinggalin aja biar senang bisa mengisi ruang kosong yang ditinggalkan.
Kasian "senang" itu, paling cepet dilupain! Coba kalo sedih, pengennya dilama-lamain biar dikasihanin orang laen
Senang jarang dikasih ke orang laen. Giliran sedih, gimana caranya biar semua orang tau.
Sabar Ngalah Nrima Loman kunci "senang".
Cara terbaik memberi kasih adalah kasih yang terbaik saat memberi. Shg
memberi itu jadi hal terbaik dalam kisah kasih. Buahnya Terima Kasih.
Jumat, 08 Juni 2012
Jumat, 25 Mei 2012
"dark is the absence of light"
warna sama.....sama-sama hitam, warna hitam identik dengan kegelapan. bila dalam kegelapan orang akan mencari cahaya agar bisa melihat dengan jelas.
gelap hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya. gelap itu tidak ada, yang ada hanyalah cahaya/terang.
"dark is the absence of light"
bayangan yg penuh warna ......padahal bayangan itu hitam, walau di tempat yg penuh warna sekalipun.
Sama halnya dengan Dingin. kalau di dunia ilmu pengetahuan ada istilah "cold is the absence of heat".
kita mempunyaii banyak istilah untuk menyebutkan panas seperti: panas, sangat panas, amat sangat panas, super panas, hangat atau tidak panas.
Tapi kita tidak memiliki sesuatu yang disebut dingin.
Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol yang berarti tidak panas, tetapi kita tidak bisa pergi lebih jauh setelah itu.
Tidak ada yang namanya dingin. Dingin hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah kebalikan dari panas.
ini hanya sebuah selingan, apa hubungannya dgn kehidupan? silahkan dicari sendiri. gunakan teknik utak atik, atau jurus gutak gatuk matuk.
Teknik utak atik tgantung pengetahuan serta wawasan, & pengetahuan serta wawasan harus seiring dengan aplikasi, sebab kalau tidak..merem-melek sama saja.
Untuk meng-konversi syariat menjadi hakikat serta hakikat menjadi syariat tidaklah mudah.
Mimpi menjadi nyata.....nyata menjadi mimpi, memasukan siang pada malam........memasukan malam pada siang.
salah menangkap apabila berpikir, "merem-melek sama saja" itu adalah suatu kondisi yang sepatutnya dicapai..
Dalam artian sudah tidak ada lagi hijab(dinding penghalang).. Apa2 yang bisa dilihat saat mata terbuka bisa juga dilihat saat mata tertutup.
memasukan siang pada malam (Tahajjud)........memasukan malam pada siang (Dzikir).
inti dari tweet diatas adalah 4+4=5
Sengaja dibuat angka biar dipake pikirannye, terus emang udah naluri manusia suka ama angka-angka. Buktinya kita 1 minta ditemenin 1.
Waktu selalu ada selagi masih ada 'kesadaran'.
gelap hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya. gelap itu tidak ada, yang ada hanyalah cahaya/terang.
"dark is the absence of light"
bayangan yg penuh warna ......padahal bayangan itu hitam, walau di tempat yg penuh warna sekalipun.
Sama halnya dengan Dingin. kalau di dunia ilmu pengetahuan ada istilah "cold is the absence of heat".
kita mempunyaii banyak istilah untuk menyebutkan panas seperti: panas, sangat panas, amat sangat panas, super panas, hangat atau tidak panas.
Tapi kita tidak memiliki sesuatu yang disebut dingin.
Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol yang berarti tidak panas, tetapi kita tidak bisa pergi lebih jauh setelah itu.
Tidak ada yang namanya dingin. Dingin hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah kebalikan dari panas.
ini hanya sebuah selingan, apa hubungannya dgn kehidupan? silahkan dicari sendiri. gunakan teknik utak atik, atau jurus gutak gatuk matuk.
Teknik utak atik tgantung pengetahuan serta wawasan, & pengetahuan serta wawasan harus seiring dengan aplikasi, sebab kalau tidak..merem-melek sama saja.
Untuk meng-konversi syariat menjadi hakikat serta hakikat menjadi syariat tidaklah mudah.
Mimpi menjadi nyata.....nyata menjadi mimpi, memasukan siang pada malam........memasukan malam pada siang.
salah menangkap apabila berpikir, "merem-melek sama saja" itu adalah suatu kondisi yang sepatutnya dicapai..
Dalam artian sudah tidak ada lagi hijab(dinding penghalang).. Apa2 yang bisa dilihat saat mata terbuka bisa juga dilihat saat mata tertutup.
memasukan siang pada malam (Tahajjud)........memasukan malam pada siang (Dzikir).
inti dari tweet diatas adalah 4+4=5
Sengaja dibuat angka biar dipake pikirannye, terus emang udah naluri manusia suka ama angka-angka. Buktinya kita 1 minta ditemenin 1.
Waktu selalu ada selagi masih ada 'kesadaran'.
Selasa, 22 Mei 2012
Perihal Adab Doa
Ini doa atau nyuruh? RT Doaku untuk Mu : Tuhan Berikanlah satu kebaikan untuk aku dan dia dimasa depan dalam suatu ikatan suci.
Berawal dari twit orang yang agak ngeganjel pas dibacanya, jadi pengen berbagi pemahaman adab doa. Bukan maksud ingin ngerasa paling bener tapi ingin yang sesuai aja sama nurani diri #reminder
Ati-ati ah dalam berdoa, ada Adab-adabnya kalo mau dikabulkan-NYA. Jangan sampai malah terkesan hilang penghambaannya#reminder
Yang baik bisa jadi buruk. Yang buruk bisa jadi baik tergantung mengemasnya. Rangkailah susunannya dengan SOPAN dlm berdoa. Adab.#reminder
Banyak doa yang dikabulkan tanpa harus kita berusaha, gimana caranya? Renungin sndri. Pas banget skrg wkt-wkt buat mengkaji(waktu buat twit ini pas 2/3 malam).
Bukan benar atau salah, tanya nurani pantes ga yah kalo doa terselip kata 'berikanlah'? kesannya nyuruh loh kalo gw tanya nurani gw, heheee.
Adab dipakai agar kita pantas dinilai beradab. Kalo nilainya bagus ya pasti gampang diinget-inget nama kita. Gampang dikabulinnya, heheee.
Sesuai penelitian ahli fisika perjalanan naeknya doa dari diucapkan mulut sampe Allah 40thn, begitu pula perjalanan turun jwban doanya.
Nah makanya Rasul SAW mengajarkan sistem-sistem berdoa agar jarak tempuh dan waktu bisa dipersingkat. Dgn sistem 7x,33x,100x dll
Ada sistem doa yg bgs buat Rezeki. Shalat tahajjud 21hari dan ditiap2 rakaat membaca 21x Al-Kautsar. Semoga bermanfaat#release
Buat yg agak susah mengingat dlm pelajaran/kuliah. Sistemnya tiap2 slesai shalat wajib bc Al-Fatihah 100x dihadiahkan kediri sndri.#release
Buat yang jomblo karatan dan mau dapat pacar. Sistemnya ........... (mau tau aja) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Salamun Qaulam mirrabirrahim :)
Mumpung lagi pengen#release sistem-sistem. Berikutnya sistem per hari kelahiran sesuai perhitungan masehi(qomariah).
Senin. Ya Rahman Ya Rahim 500x#realese
Selasa. Ya Malikul Ya Quddus 3000x#realese
Rabu. Ya Kasirru Ya Muntaha 700x#realese
Kamis. Ya Alliyu Ya Azhim 800x#realese
Jum'at. Ya Kaafidh Ya Muhyii 600x#realese
Sabtu. Ya Fattah Ya Razaq 100x#realese
Minggu. Ya Hayyu Ya Qayyum 500x#realese
Baca sistemnya juga harus tau artinya ya. Biar ga 'kosong'. Artinya? Yah cari sendiri lah. Jangan Males!
Semoga bermanfaat, hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima kasih ˆ⌣ˆ
Berawal dari twit orang yang agak ngeganjel pas dibacanya, jadi pengen berbagi pemahaman adab doa. Bukan maksud ingin ngerasa paling bener tapi ingin yang sesuai aja sama nurani diri #reminder
Ati-ati ah dalam berdoa, ada Adab-adabnya kalo mau dikabulkan-NYA. Jangan sampai malah terkesan hilang penghambaannya
Yang baik bisa jadi buruk. Yang buruk bisa jadi baik tergantung mengemasnya. Rangkailah susunannya dengan SOPAN dlm berdoa. Adab.
Banyak doa yang dikabulkan tanpa harus kita berusaha, gimana caranya? Renungin sndri. Pas banget skrg wkt-wkt buat mengkaji(waktu buat twit ini pas 2/3 malam).
Bukan benar atau salah, tanya nurani pantes ga yah kalo doa terselip kata 'berikanlah'? kesannya nyuruh loh kalo gw tanya nurani gw, heheee.
Adab dipakai agar kita pantas dinilai beradab. Kalo nilainya bagus ya pasti gampang diinget-inget nama kita. Gampang dikabulinnya, heheee.
Sesuai penelitian ahli fisika perjalanan naeknya doa dari diucapkan mulut sampe Allah 40thn, begitu pula perjalanan turun jwban doanya.
Nah makanya Rasul SAW mengajarkan sistem-sistem berdoa agar jarak tempuh dan waktu bisa dipersingkat. Dgn sistem 7x,33x,100x dll
Ada sistem doa yg bgs buat Rezeki. Shalat tahajjud 21hari dan ditiap2 rakaat membaca 21x Al-Kautsar. Semoga bermanfaat
Buat yg agak susah mengingat dlm pelajaran/kuliah. Sistemnya tiap2 slesai shalat wajib bc Al-Fatihah 100x dihadiahkan kediri sndri.
Buat yang jomblo karatan dan mau dapat pacar. Sistemnya ........... (mau tau aja) ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
Salamun Qaulam mirrabirrahim :)
Mumpung lagi pengen
Senin. Ya Rahman Ya Rahim 500x
Selasa. Ya Malikul Ya Quddus 3000x
Rabu. Ya Kasirru Ya Muntaha 700x
Kamis. Ya Alliyu Ya Azhim 800x
Jum'at. Ya Kaafidh Ya Muhyii 600x
Sabtu. Ya Fattah Ya Razaq 100x
Minggu. Ya Hayyu Ya Qayyum 500x
Baca sistemnya juga harus tau artinya ya. Biar ga 'kosong'. Artinya? Yah cari sendiri lah. Jangan Males!
Semoga bermanfaat, hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima kasih ˆ⌣ˆ
"nothing is sweeter than the togetherness we share"
Sumber ketakutan adalah ketidaktahuan.
Sumber ketidakpercayaan adalah prasangka.
Sumber ketenangan adalah mengingat Tuhan.
Sumber keikhlasan adalah keheningan.
Sumber sakit hati adalah rasa memiliki.
Sumber kejujuran adalah berani malu.
Sumber kehangatan kasih adalah pelukan.
Senyuman ibu adalah senyuman kasih yang luar biasa, seuntai senyum yang tidak dimiliki pria, senyum tanpa pamrih, senyum kedamaian.
Sumber ketidakpercayaan adalah prasangka.
Sumber ketenangan adalah mengingat Tuhan.
Sumber keikhlasan adalah keheningan.
Sumber sakit hati adalah rasa memiliki.
Sumber kejujuran adalah berani malu.
Sumber kehangatan kasih adalah pelukan.
Senyuman ibu adalah senyuman kasih yang luar biasa, seuntai senyum yang tidak dimiliki pria, senyum tanpa pamrih, senyum kedamaian.
Senin, 21 Mei 2012
[hening]
IQRA' yaitu siap akan semua yang hadir "menyapamu". Ntah diliat, didengar,dibau,dipegang, dan dirasa. Siapkan atas segala 'kemungkinan'.
[hening]
'Bismillah' yaitu siap akan semua yang akan dilakukan. Siapkan atas segala 'pertanggungjawabannya'.
Dalam hening ada cinta *kelasufi
Dalam hening ada kata-kata *kelasufi
Dalam hening ada keadaan hening *kelasufi
Dalam hening ada percakapan *kelasufi
Dalam hening ada ketiadaan *kelasufi
Dalam hening ada keadaan *kelasufi
Dalam hening ada kekosongan *kelasufi
Dalam hening ada ruang *kelasufi
Dalam hening ada AKU *kelasufi
Dalam hening ada keAKUan *kelasufi
Dalam hening ada pengAKUan *kelasufi
Dalam hening ada penghambaan *kelasufi
Dalam hening ada hening dikeheningan hening *kelasufi
Tak lagi hening setelah diketahuinya hening itu sendiri *kelasufi
Cinta, Engkau tak Aku mengerti, Aku mencarimu dg bjalan jauh, ternyata Engkau kutemua sangat dkt dgn Ku, di sini! *kelasufi
Cinta, bukan Aku yang mengejarmu, tetapi Engkau yang mengorbankan dirimu sehingga Aku mengenalmu. *kelasufi
'Alhamdulillah' yaitu siap akan semua yang telah diberi. Siapkan sifat memberi atas segala 'pelayanan'.
[hening]
'Bismillah' yaitu siap akan semua yang akan dilakukan. Siapkan atas segala 'pertanggungjawabannya'.
Dalam hening ada cinta *kelasufi
Dalam hening ada kata-kata *kelasufi
Dalam hening ada keadaan hening *kelasufi
Dalam hening ada percakapan *kelasufi
Dalam hening ada ketiadaan *kelasufi
Dalam hening ada keadaan *kelasufi
Dalam hening ada kekosongan *kelasufi
Dalam hening ada ruang *kelasufi
Dalam hening ada AKU *kelasufi
Dalam hening ada keAKUan *kelasufi
Dalam hening ada pengAKUan *kelasufi
Dalam hening ada penghambaan *kelasufi
Dalam hening ada hening dikeheningan hening *kelasufi
Tak lagi hening setelah diketahuinya hening itu sendiri *kelasufi
Cinta, Engkau tak Aku mengerti, Aku mencarimu dg bjalan jauh, ternyata Engkau kutemua sangat dkt dgn Ku, di sini! *kelasufi
Cinta, bukan Aku yang mengejarmu, tetapi Engkau yang mengorbankan dirimu sehingga Aku mengenalmu. *kelasufi
'Alhamdulillah' yaitu siap akan semua yang telah diberi. Siapkan sifat memberi atas segala 'pelayanan'.
Rabu, 16 Mei 2012
"Hargai Saya"
Pada tiap diri ada tulisan dijidat yang tak terlihat "HARGAI SAYA". Erat hubungannya dengan pesan orang tua ketika kecil, kalo mau dihargai kamu harus hargai dulu orang laen.
Proses pergeseran harga diri agar bisa semakin bernilai dengan memberi label ditiap perkataan sebuah perbuatan yang sesuai dengan yang dikatakan.
Nilai diri erat dengan Kepercayaan. Dipercaya bila tidak ingkar janji.
Nilai diri kita bisa juga dari pola mindset kita. Semakin open, semakin banyak pula orang laen yang open sama kita. Saling mengerti timbulnya.
Yah orang-orang terdahulu nilai diri dengan "Diam itu Emas" karena banyak yang tidak membuktikan apa yang dikatakannya.
So. Paling TerIndah adalah dipraktekkan daripada diungkapkan dengan kata-kata yang paling Indah.
Jika ingin dirahasiakan, kenapa harus diungkapkan? Jika ingin diungkapkan, kenapa harus dijelaskan dengan cara yang sulit untuk terjelaskan?
Termudah memang ingin dimengerti, Tersulit memang memberikan pengertian.
Menyamakan standar saling mengerti sama halnya menyamakan antara air dan minyak. Sama-sama cair tetap ada perbedaan massa. Ya tetap beda.
Jawabannya look inside, ada takaran yang pas untuk sama-sama mengerti. NURANI :)
Nurani. Kata hati pertama yang berasal dari Tuhan. Kata hati kedua ketiga dst sudah teracuni bisikan akal dan pengetahuan ngawur akal.
Disebut pengetahuan bila tahu sesuatu berpeganglah kepada yang kamu ketahui, bila tidak akuilah kamu tidak mengetahuinya -kong fuzi-
Sebuah rumah terbuat dari atap & dinding. Manusia terbuat ada hati & akal tetapi kegunaannya tergantung kekosongan.
Mengalahkan masalah tanpa bertengkar adalah puncak pengertian :)
Terdapat dunia dibalik dunia, bagaimana cara mencapainya? Terdapat rahasia dibalik rahasia, masihkah bermakna jika terbuka?
Bismillahi rahman nir rahim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hakikatnya kita memohon kasih sayang-NYA :)
Kunci kata sakti diucapkan tiap melakukan sesuatu yang baik, jadi tinggal terima kasih-sayang-NYA aja, ngapain minta yang kita inginkan. Beban.
Alhamdulillah. Segala puji syukur bentuk ungkapan syukur tetapi perwujudan syukur itu sendiri adalah memberi. Kebersamaan :)
Rabu, 09 Mei 2012
Fleksibel namun tegas #FilosofiBambu
Fleksibel namun tegas #filosofibambu
Perkataanmu adalah nilai dirimu.
Perbuatanmu adalah nilai kepercayaanmu.
Bila ingin diasikin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau disalutin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau dihormatin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau dieksisin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau dianggep, ya lakuin apa yang ducapin.
Kalo mau dipercaya, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau semau-maunya, ya jangan lakuin apa yang diucapin.
Penilaian keluar bukan karena minta dingertiin tapi mengerti aspek apa yang dinilai.
Beruntunglah orang-orang yang masih memiliki teman,sahabat,pacar,pasangan,istri dimana mereka memberikan Pengertiannya.
Menilai itu gampang. Namun nilai itu berupa fakta atau prasangka.
Nilai baik yang diharapkan setiap orang, walau ada dari beberapa orang mengaku ingin dinilai jelek namun nurani ingin yang baik-baik.
Apa disebut kemunaan? Bukan. Itu hanya cara yg digunakan mereka dalam penyampain bhw mrk buruk, namun yg dituju kejujuran. jujur itu baik.
Dua sisi yang ada dalam penilaian adalah alamiah. Udah ada kontrak pada tiap-tiap diri.
Temui dimana sisimu, ya itulah jati dirimu. Udah ketemu? Pasti fleksibel jalanin hidup dgn ketegasan dlm menjalankan norma-norma kehidupan.
Yang punya pasangan, coba deh ngertiin mereka dari sekarang. Atau nanti orang lain yang memberi pengertian kepada pasangan. Jangan nyesel.
Yang dingertiin ga sadar? Yah ngertiin aja dia blm sanggup untuk sadar. Itu baru dikeseimbangan ngertiin. Lama-lama dia mengerti koq. Sabar.
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Perkataanmu adalah nilai dirimu.
Perbuatanmu adalah nilai kepercayaanmu.
Bila ingin diasikin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau disalutin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau dihormatin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau dieksisin, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau dianggep, ya lakuin apa yang ducapin.
Kalo mau dipercaya, ya lakuin apa yang diucapin.
Kalo mau semau-maunya, ya jangan lakuin apa yang diucapin.
Penilaian keluar bukan karena minta dingertiin tapi mengerti aspek apa yang dinilai.
Beruntunglah orang-orang yang masih memiliki teman,sahabat,pacar,pasangan,istri dimana mereka memberikan Pengertiannya.
Menilai itu gampang. Namun nilai itu berupa fakta atau prasangka.
Nilai baik yang diharapkan setiap orang, walau ada dari beberapa orang mengaku ingin dinilai jelek namun nurani ingin yang baik-baik.
Apa disebut kemunaan? Bukan. Itu hanya cara yg digunakan mereka dalam penyampain bhw mrk buruk, namun yg dituju kejujuran. jujur itu baik.
Dua sisi yang ada dalam penilaian adalah alamiah. Udah ada kontrak pada tiap-tiap diri.
Temui dimana sisimu, ya itulah jati dirimu. Udah ketemu? Pasti fleksibel jalanin hidup dgn ketegasan dlm menjalankan norma-norma kehidupan.
Yang punya pasangan, coba deh ngertiin mereka dari sekarang. Atau nanti orang lain yang memberi pengertian kepada pasangan. Jangan nyesel.
Yang dingertiin ga sadar? Yah ngertiin aja dia blm sanggup untuk sadar. Itu baru dikeseimbangan ngertiin. Lama-lama dia mengerti koq. Sabar.
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Selasa, 17 April 2012
KelaSufi
Syekh Abdul Qadir Al Jailani
Risalah Al Ghautsiyyah adalah sebentuk dialog batiniah antara Allah SWT dan Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yang diterima melalui ilham qalbi dan penyingkapan ruhani (kasyf ma’nawi).
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad. Berkatalah sang wali agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah.
Allah SWT Berkata : “Wahai wali agung!”
Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si wali agung.”
Allah SWT Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut dan alam Malakut adalah syariat, setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat, dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.” 1
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.”
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.” 2
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Allah SWT berkata : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.” 3
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, betapa indahnya Aku sebagai Pencari ! Betapa indahnya manusia sebagai yang dicari ! Betapa indahnya manusia sebagai pengendara, dan betapa indahnya alam sebagai kendaraan baginya.”4
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.”5
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”6
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tubuh manusia, jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu Aku Persembahkan kepadanya oleh Diri-Ku, untuk Diri-Ku. Dia tak lain adalah Aku, dan Aku Bukanlah selain dia.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, jika engkau melihat seseorang terbakai oleh api kefakiran dan hancur karena banyaknya kebutuhan, maka dekatilah ia, karena tidak ada penghalang antara Diri-Ku dan dirinya.”7
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang awas.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa terhalang dari perjalanan-Ku di dalam batin, maka ia akan diuji dengan perjalanan lahir, dan ia tidak akan semakin dekat dari-Ku melainkan justru semakin menjauh dalam perjalanan batin.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, kemanunggalan ruhani merupakan keadaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa yang percaya dengannya sebelum mengalaminya sendiri, maka ia telah kafir. Dan barang siapa menginginkan ibadah setelah mencapai keadaan wushul, maka ia telah menyekutukan Allah SWT.”8
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa memperoleh kebahagiaan azali, maka selamat atasnya, dia tidak akan terhina selamanya. Dan barang siapa memperoleh kesengsaraan azali, maka celaka baginya, dia tidak akan diterima sama sekali setelah itu.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Jadikan kefakiran dan kebutuhan sebagai kendaraan manusia. Barangsiapa menaikinya, maka ia telah sampai di tempatnya sebelum menyeberangi gurun dan lembah.”9
Allah SWT Berkata : “Wahai wali agung, bila manusia mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tentu ia tidak menginginkan hidup di dunia ini. Dan ia akan berkata di setiap saat dan kesempatan, ‘Tuhan, matikan aku !’.”10
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, semua makhluk pada hari kiamat akan dihadapkan kepadaKu dalam keadaan tuli, bisu dan buta, lalu merasa rugi dan menangis. Demikian pula di dalam kubur.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, cinta merupakan tirai yang membatasi antara sang pencinta dan yang dicintai. Bila sang pencinta telah padam dari cintanya, berarti ia telah sampai kepada Sang Kekasih.”11
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Melihat Ruh-ruh menunggu di dalam jasad-jasad mereka setelah ucapanNya, ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ sampai hari kiamat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa bertanya kepadaKu tentang melihat setelah mengetahui, berarti ia terhalang dari pengetahuan tentang melihat. Barangsiapa mengira bahwa melihat tidak sama dengan mengetahui, maka berarti ia telah terperdaya oleh melihat Allah SWT.’”12
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, orang fakir dalam pandangan-Ku bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, melainkan orang fakir adalah ia yang memegang kendali atas segala sesuatu. Bila ia berkata kepada sesuatu, ‘jadilah !’ maka terjadilah ia.”13
Allah SWT berkata : “Tak ada persahabatan dan kenikmatan di dalam surga setelah kemunculan-Ku di sana, dan tak ada kesendirian dan kebakaran di dalam neraka setelah sapaan-Ku kepada para penghuninya.”14
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Yang Paling Mulia di antara semua yang mulia, dan Aku Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tidurlah di sisi-Ku tidak seperti tidurnya orang-orang awam, maka engkau akan melihatKu.” Terhadap hal ini aku bertanya : “Wahai Tuhanku, bagaimana aku tidur disisi-Mu ?”. Dia Berkata : “Dengan menjauhkan jasmani dari kesenangan, menjauhkan nafsu dari syahwat, menjauhkan hati dari pikiran dan perasaan buruk, dan menjauhkan ruh dari pandangan yang melalaikan, lalu meleburkan dzatmu di dalam Dzat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, katakan kepada sahabatmu dan pencintamu, siapa di antara kalian yang menginginkan kedekatan dengan-Ku, maka hendaklah ia memilih kefakiran, lalu kefakiran dari kefakiran. Bila kefakiran itu telah sempurna, maka tak ada lagi apapun selain Aku.”15
Lalu Dia Berkata : “Wahai wali agung, berbahagialah jika engkau mengasihi makhluk-makhluk-Ku, dan beruntunglah jika engkau memaaafkan makhluk-makhluk-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, katakan kepada pencintamu dan sahabatmu, ambillah manfaat dari do’a kaum fakir, karena mereka bersama-Ku dan Aku Bersama mereka.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Bersama segala sesuatu, Tempat Tinggalnya, Pengawasnya, dan kepada-Ku tempat kembalinya.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, jangan peduli pada surga dan apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara. Dan jangan peduli pada neraka serta apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara.”16
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, para penghuni surga disibukkan oleh surga, dan para penghuni neraka disibukkan oleh-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sebagian penghuni surga berlindung dari kenikmatan, sebagaimana penghuni neraka berlindung dari jilatan api.”17
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa disibukkan dengan selain Aku, maka temannya adalah sabuk [tanda kekafiran] pada hari kiamat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, orang-orang yang dekat mencari pertolongan dari kedekatan, sebagaimana orang-orang yang jauh mencari pertolongan dari kejauhan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sesungguhnya Aku Memiliki hamba-hamba yang bukan nabi maupun rasul, yang kedudukan mereka tidak diketahui oleh siapapun dari penghuni dunia maupun penghuni akhirat, dari penghuni surga ataupun neraka, tidak juga malaikat Malik ataupun Ridwan, dan Aku Tidak Menjadikan mereka untuk surga maupun untuk neraka, tidak untuk pahala ataupun siksa, tidak untuk bidadari, istana maupun pelayan-pelayan mudanya. Maka beruntunglah orang yang mempercayai mereka meski belum mengenal mereka.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, engkau adalah salah satu dari mereka. Dan di antara tanda-tanda mereka di dunia adalah tubuh-tubuh mereka terbakar karena sedikitnya makan dan minum; nafsu mereka telah hangus dari syahwat, hati mereka telah hangus dari pikiran dan perasaan buruk, ruh-ruh mereka juga telah hangus dari pandangan yang melalaikan. Mereka adalah pemilik keabadian yang terbakar oleh cahaya perjumpaan [dengan Tuhan].”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila seseorang yang haus datang kepadamu di hari yang amat panas, sedangkan engkau memiliki air dingin dan engkau sedang tidak membutuhkan air, jika engkau menahan air itu baginya, maka engkau adalah orang yang paling kikir. Bagaimana Aku Menolak mereka dari rahmat-Ku padahal Aku Telah Menetapkan atas Diri-Ku, bahwa Aku Paling Pengasih di antara yang mengasihi.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tak seorang pun dari ahli maksiat yang jauh dari-Ku, dan tak seorangpun dari ahli ketaatan yang dekat dari-Ku.”18
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila seseorang dekat kepada-Ku, maka ia adalah dari kalangan maksiat, karena ia merasa memiliki kekurangan dan penyesalan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, merasa memiliki kekurangan merupakan sumber cahaya, dan mengagumi cahaya diri sendiri merupakan sumber kegelapan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, ahli maksiat akan tertutupi oleh kemaksiatannya, dan ahli taat akan tertutupi oleh ketaatannya. Dan Aku Memiliki hamba-hamba selain mereka, yang tidak ditimpa kesedihan maksiat dan keresahan ketaatan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sampaikan kabar gembira kepada para pendosa tentang adanya keutamaan dan kemurahan, dan sampaikan berita kepada para pengagum diri sendiri tentang adanya keadilan dan pembalasan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, ahli ketaatan selalu mengingat kenikmatan, dan ahli maksiat selalu mengingat Yang Maha Pengasih.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Dekat dengan pelaku maksiat setelah ia berhenti dari kemaksiatannya, dan Aku Jauh dari orang yang taat setelah ia berhenti dari ketaatannya.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Menciptakan orang awam namun mereka tidak mampu memandang cahaya kebesaran-Ku, maka Aku Meletakkan tirai kegelapan di antara Diri-Ku dan mereka. Dan Aku Menciptakan orang-orang khusus namun mereka tidak mampu mendekati-Ku dan mereka sebagai tirai penghalang.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, katakan kepada para sahabatmu, siapa di antara mereka yang ingin sampai kepada-Ku, maka ia harus keluar dari segala sesuatu selain Aku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, keluarlah dari batas dunia, maka engkau akan sampai ke akhirat. Dan keluarlah dari batas akhirat, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, keluarlah engkau dari raga dan jiwamu, lalu keluarlah dari hati dan ruhmu, lalu keluarlah dari hukum dan perintah, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”
Maka aku bertanya : “Wahai Tuhanku, shalat sepert apa yang paling dekat dengan-Mu ?.” Dia Berkata : “Shalat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku, dan orang yang melakukannya lenyap dari shalatnya dan tenggelam karenanya.”19
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, dan orang yang melakukannya lenyap darinya.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, amal apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, baik itu [harapan] surga ataupun [ketakutan] neraka, dan pelakunya lenyap darinya.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Berkata : “Tangisan orang-orang yang tertawa.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Berkata : “Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Menjawab : “Tobatnya orang-orang yang suci.”
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Menjawab : “Kesucian orang-orang yang bertobat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya, karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya, ia akan menjadi setan.”20
Berkatalah sang wali agung : “Aku bertemu Tuhanku SWT dan aku bertanya kepada-Nya, ‘Wahai Tuhan, apa makna kerinduan [‘isyq] ?’, Dia Menjawab : ‘Wahai wali agung, [artinya] engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku.’” Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan, karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila engkau berniat melakukan tobat, maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu, lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa, maka engkau akan sampai kepada-Ku. Dan hendaknya engkau bersabar, karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila engkau ingin memasuki wilayah-Ku, maka hendaknya engkau tidak berpaling kepada alam mulk, alam malakut, maupun alam jabarut. Karena alam mulk adalah setannya orang berilmu, dan malakut adalah setannya ahli makrifat, dan jabarut adalah setannya orang yang sadar. Siapa yang puas dengan salah satu dari ketiganya, maka ia akan terusir dari sisi-Ku.”
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, perjuangan spiritual [mujahadah] adalah salah satu lautan di samudera penyaksian [musyahadah] dan telah dipilih oleh orang-orang yang sadar. Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah, maka ia harus memilih mujahadah, karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil. Barangsiapa telah memilih mujahadah, maka ia akan mengalami musyahadah, dikehendaki atau tidak dikehendaki.”21
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah, sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku.”
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sesungguhnya hamba yang paling Ku Cintai adalah hamba yang mempunyai ayah dan anak tetapi hatinya kosong dari keduanya. Jika ayahnya meninggal, ia tidak sedih karenanya, dan jika anaknya pun meninggal, ia pun tidak gundah karenanya. Jika seorang hamba telah mencapai tingkat seperti ini, maka di sisi-Ku tanpa ayah dan tanpa anak, dan tak ada bandingan baginya.”22
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, siapa yang tidak merasakan lenyapnya seorang ayah karena kecintaan kepada-Ku dan lenyapnya seorang anak karena kecintaan kepada-Ku, maka ia tak akan merasakan lezatnya Kesendirian dan Ketunggalan.”
Dia juga Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat, maka engkau harus memilih hati resah yang kosong dari selain Aku.” Lalu aku bertanya : “Tuhanku, apa ilmunya ilmu itu ?.” Dia Menjawab : “Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah, dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.”
Lalu aku bertanya kepada Tuhanku SWT tentang mi’raj. Dia Berkata : “Mi’raj adalah naik meninggalkan segala sesuatu kecuali Aku, dan kesempurnaan mi’raj adalah pandangan tidak berpaling dan tidak pula melampauinya [ QS 53 : 17].
” Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tidak ada shalat bagi orang yang tidak melakukan mi’raj kepada-Ku.”23. Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, orang yang kehilangan shalatnya adalah orang yang tidak mi’raj kepada-Ku.”
Keterangan Index :
1. Alam Naasut adalah alam manusia, di dalamnya yang tampak adalah urusan-urusan kemanusiaan yang lembut dan bersifat ruhaniah. Alam Malakut adalah alam dimana para malaikat berkiprah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT. Alam Jabarut adalah alam gaib tempat urusan-urusan ilahiah yang menunjukkan hakikat daya paksa, kekerasan, kecepatan tindak pembalasan, dan ketidakbutuhan kepada segala sesuatu. Alam Lahut adalah alam gaib yang di dalamnya hanya tampak urusan-urusan ilahiah murni.
2. Yang dimaksud fakir disini bukanlah orang yang membutuhkan harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT.
3. Kendaraan di sini berarti sarana untuk menyampaikan seseorang kepada tujuan. Untuk tujuan tertentu, Allah SWT memanfaatkan manusia sebagai saranaNya, sementara manusia memanfaatkan alam sebagai sarana untuk mencapai tujuannya.
4. Allah SWT sebagai pencari sarana, memilih manusia – makhluk yang paling mulia – sebagai kendaraanNya. Betapa Agungnya Dia dan betapa terhormatnya manusia yang telah dipilihNya. Dan merupakan keagungan pula bagi alam karena telah dijadikan oleh manusia sebagai kendaraan yang membawanya kepada tujuannya.
5. Jika manusia mengetahui secara hakiki betapa tinggi kedudukannya dan betapa dekat ia dengan Allah SWT, maka ia akan merasa bahwa suatu saat nanti – karena kedekatan itu – Allah akan memberikan kekuasaanNya kepadanya. Karena itulah ia akan senantiasa menanti, kapan saat penyerahan itu tiba, dengan kalimat : “Milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?.”
6. Allah SWT selalu berperan dalam setiap gerak dan diamnya manusia.
7. Orang yang telah menyadari kefakiran dan kebutuhannya di hadapan Allah SWT, berarti ia telah memahami posisi dirinya terhadap Tuhannya. Sehingga tiada lagi penghalang antara dirinya dan Allah SWT.
8. Penyatuan ruhani antara makhluk dan Khaliq tidak akan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jika seseorang belum mengalaminya sendiri, maka ia akan cenderung mengingkarinya. Dan orang yang mengaku telah mengalaminya padahal belum, maka ia telah kafir. Orang yang telah mencapai keadaan ini, tiada yang ia inginkan selain perjumpaan dengan Allah. Jika ia menginginkan hal lain, meski itu berupa ibadah sekalipun, dalam maqam ini, ia dianggap telah menyekutukan Allah dengan keinginannya yang lain.
9. Kefakiran dan kebutuhan merupakan sarana yang membawa manusia kepada kesadaran akan jati dirinya dan kebesaran Allah SWT. Orang yang telah sampai pada kesadaran semacam ini berarti telah sampai pada posisinya yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan yang berliku-liku.
10. Kematian merupakan saat disingkapkannya hakikat segala sesuatu, dan perjumpaan dengan Tuhan adalah saat yang paling dinantikan oleh orang yang merindukanNya.
11. Cinta tiada lain kecuali keinginan sang pencinta untuk berjumpa dan bersatu dengan yang dicintai. Bila keduanya telah bertemu, maka cinta itu sendiri akan lenyap, dan keberadaan cinta itu justru akan menjadi penghalang antara keduanya.
12. Yang dimaksud mengetahui adalah melihat dengan mata hati. Jadi, di sini melihat sama dengan mengetahui.
13. Fakir dalam pandangan Allah SWT bukanlah orang yang tidak memiliki harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT, dan tidak memiliki perhatian kepada apapun selain Allah SWT. Orang seperti ini, kehendaknya sama dengan kehendak Allah SWT, sehingga apa yang ia inginkan untuk terwujud akan terwujud.
14. Keinginan dan kenikmatan terbesar manusia di alam akhirat itu hanyalah perjumpaan dengan Allah SWT. Maka kenikmatan di dalam surga dan kesengsaraan di dalam neraka tidak akan terasa jika dihadapkan pada kenikmatan perjumpaan dengan Allah SWT, meski itu hanya dalam bentuk sapaan belaka.
15. Kefakiran adalah suatu keadaan butuh. Jika seseorang tidak membutuhkan apa pun selain Allah, maka kefakirannya telah sempurna. Baginya, Yang Wujud hanyalah Allah SWT, tak ada selainNya.
16. Ini seperti ungkapan Rabi’ah Al Andawiyah : “Aku menyembah Allah bukan karena mengharap surga atau takut akan neraka, melainkan karena Dia memang layak untuk disembah dan karena aku mencintai-Nya.”
17. Penghuni surga berlindung dari kenikmatan agar mereka tidak terlena sehingga lupa akan kenikmatan yang paling besar, yakni perjumpaan dengan Allah SWT.
18. Maksudnya, walaupun seseorang termasuk ahli maksiat, Allah tetap dekat dengannya sehingga jika ia mau bertobat, Allah pasti menerimanya. Dan janganlah seorang yang taat menyombongkan diri atas ketaatannya, karena dengan begitu ia justru akan semakin jauh dari Allah. Memiliki perasaan kekurangan dan penyesalan itulah yang menyebabkan seseorang dekat kepada Allah.
19. Lenyap dari shalat bermakna bahwa niat dan perhatian si pelaku shalat hanya tertuju kepada Allah SWT. Fokusnya bukan lagi penampilan fisik maupun gerakan-gerakan, melainkan kepada makna batiniah shalat itu.
20. Ilmu yang sesungguhnya adalah yang ada di sisi Allah SWT, sementara ilmu yang kita miliki hanyalah semu dan palsu. Selama manusia tidak melepas kepalsuan itu, ia tidak akan menemukan ilmu sejati. Ilmu sejati tidak akan berlawanan dengan perbuatan. Setan adalah contoh pemilik ilmu yang perbuatannya berlawanan dengan ilmu yang dimilikinya.
21. Mujahadah adalah perjuangan spiritual dengan cara menekan keinginan-keinginan jasmani, nafsu, dan jiwa, agar tunduk di bawah kendali ruh kita. Musyahadah adalah penyaksian akan kebesaran dan keagungan Allah SWT melalui tanda-tanda keagungan-Nya di alam ini.
22. Kecintaan seseorang kepada anak atau orang tua semestinya tidak melebihi kecintaannya kepada Allah SWT. Ia harus menyadari bahwa orang tua maupun anak adalah anugerah Allah SWT yang bersifat sementara, dan cepat atau lambat ia akan berpisah dengan mereka. Maka seharusnya perpisahan itu tidak membuatnya gundah dan gelisah mengingat hal itu terjadi karena kehendak Allah SWT [ QS 80 : 34-37]
23. Dalam sebuah hadist, Nabi SAW berkata : “Shalat adalah mi’raj kaum mukmin.” Mi’raj berarti naiknya ruh menghadap Allah SWT meski jasad kita tetap berada di alam ini. Jika shalat seseorang belum membawanya kepada keadaan seperti ini, berarti ia belum melakukan shalat dengan sempurna.
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Risalah Al Ghautsiyyah adalah sebentuk dialog batiniah antara Allah SWT dan Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yang diterima melalui ilham qalbi dan penyingkapan ruhani (kasyf ma’nawi).
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad. Berkatalah sang wali agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah.
Allah SWT Berkata : “Wahai wali agung!”
Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si wali agung.”
Allah SWT Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut dan alam Malakut adalah syariat, setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat, dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.” 1
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.”
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.” 2
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Allah SWT berkata : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.” 3
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, betapa indahnya Aku sebagai Pencari ! Betapa indahnya manusia sebagai yang dicari ! Betapa indahnya manusia sebagai pengendara, dan betapa indahnya alam sebagai kendaraan baginya.”4
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.”5
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”6
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tubuh manusia, jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu Aku Persembahkan kepadanya oleh Diri-Ku, untuk Diri-Ku. Dia tak lain adalah Aku, dan Aku Bukanlah selain dia.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, jika engkau melihat seseorang terbakai oleh api kefakiran dan hancur karena banyaknya kebutuhan, maka dekatilah ia, karena tidak ada penghalang antara Diri-Ku dan dirinya.”7
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang awas.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa terhalang dari perjalanan-Ku di dalam batin, maka ia akan diuji dengan perjalanan lahir, dan ia tidak akan semakin dekat dari-Ku melainkan justru semakin menjauh dalam perjalanan batin.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, kemanunggalan ruhani merupakan keadaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa yang percaya dengannya sebelum mengalaminya sendiri, maka ia telah kafir. Dan barang siapa menginginkan ibadah setelah mencapai keadaan wushul, maka ia telah menyekutukan Allah SWT.”8
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa memperoleh kebahagiaan azali, maka selamat atasnya, dia tidak akan terhina selamanya. Dan barang siapa memperoleh kesengsaraan azali, maka celaka baginya, dia tidak akan diterima sama sekali setelah itu.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Jadikan kefakiran dan kebutuhan sebagai kendaraan manusia. Barangsiapa menaikinya, maka ia telah sampai di tempatnya sebelum menyeberangi gurun dan lembah.”9
Allah SWT Berkata : “Wahai wali agung, bila manusia mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tentu ia tidak menginginkan hidup di dunia ini. Dan ia akan berkata di setiap saat dan kesempatan, ‘Tuhan, matikan aku !’.”10
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, semua makhluk pada hari kiamat akan dihadapkan kepadaKu dalam keadaan tuli, bisu dan buta, lalu merasa rugi dan menangis. Demikian pula di dalam kubur.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, cinta merupakan tirai yang membatasi antara sang pencinta dan yang dicintai. Bila sang pencinta telah padam dari cintanya, berarti ia telah sampai kepada Sang Kekasih.”11
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Melihat Ruh-ruh menunggu di dalam jasad-jasad mereka setelah ucapanNya, ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ sampai hari kiamat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa bertanya kepadaKu tentang melihat setelah mengetahui, berarti ia terhalang dari pengetahuan tentang melihat. Barangsiapa mengira bahwa melihat tidak sama dengan mengetahui, maka berarti ia telah terperdaya oleh melihat Allah SWT.’”12
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, orang fakir dalam pandangan-Ku bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, melainkan orang fakir adalah ia yang memegang kendali atas segala sesuatu. Bila ia berkata kepada sesuatu, ‘jadilah !’ maka terjadilah ia.”13
Allah SWT berkata : “Tak ada persahabatan dan kenikmatan di dalam surga setelah kemunculan-Ku di sana, dan tak ada kesendirian dan kebakaran di dalam neraka setelah sapaan-Ku kepada para penghuninya.”14
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Yang Paling Mulia di antara semua yang mulia, dan Aku Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tidurlah di sisi-Ku tidak seperti tidurnya orang-orang awam, maka engkau akan melihatKu.” Terhadap hal ini aku bertanya : “Wahai Tuhanku, bagaimana aku tidur disisi-Mu ?”. Dia Berkata : “Dengan menjauhkan jasmani dari kesenangan, menjauhkan nafsu dari syahwat, menjauhkan hati dari pikiran dan perasaan buruk, dan menjauhkan ruh dari pandangan yang melalaikan, lalu meleburkan dzatmu di dalam Dzat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, katakan kepada sahabatmu dan pencintamu, siapa di antara kalian yang menginginkan kedekatan dengan-Ku, maka hendaklah ia memilih kefakiran, lalu kefakiran dari kefakiran. Bila kefakiran itu telah sempurna, maka tak ada lagi apapun selain Aku.”15
Lalu Dia Berkata : “Wahai wali agung, berbahagialah jika engkau mengasihi makhluk-makhluk-Ku, dan beruntunglah jika engkau memaaafkan makhluk-makhluk-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, katakan kepada pencintamu dan sahabatmu, ambillah manfaat dari do’a kaum fakir, karena mereka bersama-Ku dan Aku Bersama mereka.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Bersama segala sesuatu, Tempat Tinggalnya, Pengawasnya, dan kepada-Ku tempat kembalinya.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, jangan peduli pada surga dan apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara. Dan jangan peduli pada neraka serta apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara.”16
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, para penghuni surga disibukkan oleh surga, dan para penghuni neraka disibukkan oleh-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sebagian penghuni surga berlindung dari kenikmatan, sebagaimana penghuni neraka berlindung dari jilatan api.”17
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, barangsiapa disibukkan dengan selain Aku, maka temannya adalah sabuk [tanda kekafiran] pada hari kiamat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, orang-orang yang dekat mencari pertolongan dari kedekatan, sebagaimana orang-orang yang jauh mencari pertolongan dari kejauhan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sesungguhnya Aku Memiliki hamba-hamba yang bukan nabi maupun rasul, yang kedudukan mereka tidak diketahui oleh siapapun dari penghuni dunia maupun penghuni akhirat, dari penghuni surga ataupun neraka, tidak juga malaikat Malik ataupun Ridwan, dan Aku Tidak Menjadikan mereka untuk surga maupun untuk neraka, tidak untuk pahala ataupun siksa, tidak untuk bidadari, istana maupun pelayan-pelayan mudanya. Maka beruntunglah orang yang mempercayai mereka meski belum mengenal mereka.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, engkau adalah salah satu dari mereka. Dan di antara tanda-tanda mereka di dunia adalah tubuh-tubuh mereka terbakar karena sedikitnya makan dan minum; nafsu mereka telah hangus dari syahwat, hati mereka telah hangus dari pikiran dan perasaan buruk, ruh-ruh mereka juga telah hangus dari pandangan yang melalaikan. Mereka adalah pemilik keabadian yang terbakar oleh cahaya perjumpaan [dengan Tuhan].”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila seseorang yang haus datang kepadamu di hari yang amat panas, sedangkan engkau memiliki air dingin dan engkau sedang tidak membutuhkan air, jika engkau menahan air itu baginya, maka engkau adalah orang yang paling kikir. Bagaimana Aku Menolak mereka dari rahmat-Ku padahal Aku Telah Menetapkan atas Diri-Ku, bahwa Aku Paling Pengasih di antara yang mengasihi.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tak seorang pun dari ahli maksiat yang jauh dari-Ku, dan tak seorangpun dari ahli ketaatan yang dekat dari-Ku.”18
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila seseorang dekat kepada-Ku, maka ia adalah dari kalangan maksiat, karena ia merasa memiliki kekurangan dan penyesalan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, merasa memiliki kekurangan merupakan sumber cahaya, dan mengagumi cahaya diri sendiri merupakan sumber kegelapan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, ahli maksiat akan tertutupi oleh kemaksiatannya, dan ahli taat akan tertutupi oleh ketaatannya. Dan Aku Memiliki hamba-hamba selain mereka, yang tidak ditimpa kesedihan maksiat dan keresahan ketaatan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sampaikan kabar gembira kepada para pendosa tentang adanya keutamaan dan kemurahan, dan sampaikan berita kepada para pengagum diri sendiri tentang adanya keadilan dan pembalasan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, ahli ketaatan selalu mengingat kenikmatan, dan ahli maksiat selalu mengingat Yang Maha Pengasih.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Dekat dengan pelaku maksiat setelah ia berhenti dari kemaksiatannya, dan Aku Jauh dari orang yang taat setelah ia berhenti dari ketaatannya.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, Aku Menciptakan orang awam namun mereka tidak mampu memandang cahaya kebesaran-Ku, maka Aku Meletakkan tirai kegelapan di antara Diri-Ku dan mereka. Dan Aku Menciptakan orang-orang khusus namun mereka tidak mampu mendekati-Ku dan mereka sebagai tirai penghalang.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, katakan kepada para sahabatmu, siapa di antara mereka yang ingin sampai kepada-Ku, maka ia harus keluar dari segala sesuatu selain Aku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, keluarlah dari batas dunia, maka engkau akan sampai ke akhirat. Dan keluarlah dari batas akhirat, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, keluarlah engkau dari raga dan jiwamu, lalu keluarlah dari hati dan ruhmu, lalu keluarlah dari hukum dan perintah, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”
Maka aku bertanya : “Wahai Tuhanku, shalat sepert apa yang paling dekat dengan-Mu ?.” Dia Berkata : “Shalat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku, dan orang yang melakukannya lenyap dari shalatnya dan tenggelam karenanya.”19
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, dan orang yang melakukannya lenyap darinya.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, amal apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, baik itu [harapan] surga ataupun [ketakutan] neraka, dan pelakunya lenyap darinya.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Berkata : “Tangisan orang-orang yang tertawa.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Berkata : “Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat.”
Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Menjawab : “Tobatnya orang-orang yang suci.”
Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.”
Dia Menjawab : “Kesucian orang-orang yang bertobat.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya, karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya, ia akan menjadi setan.”20
Berkatalah sang wali agung : “Aku bertemu Tuhanku SWT dan aku bertanya kepada-Nya, ‘Wahai Tuhan, apa makna kerinduan [‘isyq] ?’, Dia Menjawab : ‘Wahai wali agung, [artinya] engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku.’” Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan, karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila engkau berniat melakukan tobat, maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu, lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa, maka engkau akan sampai kepada-Ku. Dan hendaknya engkau bersabar, karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka.”
Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, bila engkau ingin memasuki wilayah-Ku, maka hendaknya engkau tidak berpaling kepada alam mulk, alam malakut, maupun alam jabarut. Karena alam mulk adalah setannya orang berilmu, dan malakut adalah setannya ahli makrifat, dan jabarut adalah setannya orang yang sadar. Siapa yang puas dengan salah satu dari ketiganya, maka ia akan terusir dari sisi-Ku.”
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, perjuangan spiritual [mujahadah] adalah salah satu lautan di samudera penyaksian [musyahadah] dan telah dipilih oleh orang-orang yang sadar. Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah, maka ia harus memilih mujahadah, karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil. Barangsiapa telah memilih mujahadah, maka ia akan mengalami musyahadah, dikehendaki atau tidak dikehendaki.”21
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah, sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku.”
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, sesungguhnya hamba yang paling Ku Cintai adalah hamba yang mempunyai ayah dan anak tetapi hatinya kosong dari keduanya. Jika ayahnya meninggal, ia tidak sedih karenanya, dan jika anaknya pun meninggal, ia pun tidak gundah karenanya. Jika seorang hamba telah mencapai tingkat seperti ini, maka di sisi-Ku tanpa ayah dan tanpa anak, dan tak ada bandingan baginya.”22
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, siapa yang tidak merasakan lenyapnya seorang ayah karena kecintaan kepada-Ku dan lenyapnya seorang anak karena kecintaan kepada-Ku, maka ia tak akan merasakan lezatnya Kesendirian dan Ketunggalan.”
Dia juga Berkata kepadaku : “Wahai wali agung, bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat, maka engkau harus memilih hati resah yang kosong dari selain Aku.” Lalu aku bertanya : “Tuhanku, apa ilmunya ilmu itu ?.” Dia Menjawab : “Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”
Dan Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah, dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.”
Lalu aku bertanya kepada Tuhanku SWT tentang mi’raj. Dia Berkata : “Mi’raj adalah naik meninggalkan segala sesuatu kecuali Aku, dan kesempurnaan mi’raj adalah pandangan tidak berpaling dan tidak pula melampauinya [ QS 53 : 17].
” Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, tidak ada shalat bagi orang yang tidak melakukan mi’raj kepada-Ku.”23. Allah SWT berkata : “Wahai wali agung, orang yang kehilangan shalatnya adalah orang yang tidak mi’raj kepada-Ku.”
Keterangan Index :
1. Alam Naasut adalah alam manusia, di dalamnya yang tampak adalah urusan-urusan kemanusiaan yang lembut dan bersifat ruhaniah. Alam Malakut adalah alam dimana para malaikat berkiprah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT. Alam Jabarut adalah alam gaib tempat urusan-urusan ilahiah yang menunjukkan hakikat daya paksa, kekerasan, kecepatan tindak pembalasan, dan ketidakbutuhan kepada segala sesuatu. Alam Lahut adalah alam gaib yang di dalamnya hanya tampak urusan-urusan ilahiah murni.
2. Yang dimaksud fakir disini bukanlah orang yang membutuhkan harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT.
3. Kendaraan di sini berarti sarana untuk menyampaikan seseorang kepada tujuan. Untuk tujuan tertentu, Allah SWT memanfaatkan manusia sebagai saranaNya, sementara manusia memanfaatkan alam sebagai sarana untuk mencapai tujuannya.
4. Allah SWT sebagai pencari sarana, memilih manusia – makhluk yang paling mulia – sebagai kendaraanNya. Betapa Agungnya Dia dan betapa terhormatnya manusia yang telah dipilihNya. Dan merupakan keagungan pula bagi alam karena telah dijadikan oleh manusia sebagai kendaraan yang membawanya kepada tujuannya.
5. Jika manusia mengetahui secara hakiki betapa tinggi kedudukannya dan betapa dekat ia dengan Allah SWT, maka ia akan merasa bahwa suatu saat nanti – karena kedekatan itu – Allah akan memberikan kekuasaanNya kepadanya. Karena itulah ia akan senantiasa menanti, kapan saat penyerahan itu tiba, dengan kalimat : “Milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?.”
6. Allah SWT selalu berperan dalam setiap gerak dan diamnya manusia.
7. Orang yang telah menyadari kefakiran dan kebutuhannya di hadapan Allah SWT, berarti ia telah memahami posisi dirinya terhadap Tuhannya. Sehingga tiada lagi penghalang antara dirinya dan Allah SWT.
8. Penyatuan ruhani antara makhluk dan Khaliq tidak akan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jika seseorang belum mengalaminya sendiri, maka ia akan cenderung mengingkarinya. Dan orang yang mengaku telah mengalaminya padahal belum, maka ia telah kafir. Orang yang telah mencapai keadaan ini, tiada yang ia inginkan selain perjumpaan dengan Allah. Jika ia menginginkan hal lain, meski itu berupa ibadah sekalipun, dalam maqam ini, ia dianggap telah menyekutukan Allah dengan keinginannya yang lain.
9. Kefakiran dan kebutuhan merupakan sarana yang membawa manusia kepada kesadaran akan jati dirinya dan kebesaran Allah SWT. Orang yang telah sampai pada kesadaran semacam ini berarti telah sampai pada posisinya yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan yang berliku-liku.
10. Kematian merupakan saat disingkapkannya hakikat segala sesuatu, dan perjumpaan dengan Tuhan adalah saat yang paling dinantikan oleh orang yang merindukanNya.
11. Cinta tiada lain kecuali keinginan sang pencinta untuk berjumpa dan bersatu dengan yang dicintai. Bila keduanya telah bertemu, maka cinta itu sendiri akan lenyap, dan keberadaan cinta itu justru akan menjadi penghalang antara keduanya.
12. Yang dimaksud mengetahui adalah melihat dengan mata hati. Jadi, di sini melihat sama dengan mengetahui.
13. Fakir dalam pandangan Allah SWT bukanlah orang yang tidak memiliki harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT, dan tidak memiliki perhatian kepada apapun selain Allah SWT. Orang seperti ini, kehendaknya sama dengan kehendak Allah SWT, sehingga apa yang ia inginkan untuk terwujud akan terwujud.
14. Keinginan dan kenikmatan terbesar manusia di alam akhirat itu hanyalah perjumpaan dengan Allah SWT. Maka kenikmatan di dalam surga dan kesengsaraan di dalam neraka tidak akan terasa jika dihadapkan pada kenikmatan perjumpaan dengan Allah SWT, meski itu hanya dalam bentuk sapaan belaka.
15. Kefakiran adalah suatu keadaan butuh. Jika seseorang tidak membutuhkan apa pun selain Allah, maka kefakirannya telah sempurna. Baginya, Yang Wujud hanyalah Allah SWT, tak ada selainNya.
16. Ini seperti ungkapan Rabi’ah Al Andawiyah : “Aku menyembah Allah bukan karena mengharap surga atau takut akan neraka, melainkan karena Dia memang layak untuk disembah dan karena aku mencintai-Nya.”
17. Penghuni surga berlindung dari kenikmatan agar mereka tidak terlena sehingga lupa akan kenikmatan yang paling besar, yakni perjumpaan dengan Allah SWT.
18. Maksudnya, walaupun seseorang termasuk ahli maksiat, Allah tetap dekat dengannya sehingga jika ia mau bertobat, Allah pasti menerimanya. Dan janganlah seorang yang taat menyombongkan diri atas ketaatannya, karena dengan begitu ia justru akan semakin jauh dari Allah. Memiliki perasaan kekurangan dan penyesalan itulah yang menyebabkan seseorang dekat kepada Allah.
19. Lenyap dari shalat bermakna bahwa niat dan perhatian si pelaku shalat hanya tertuju kepada Allah SWT. Fokusnya bukan lagi penampilan fisik maupun gerakan-gerakan, melainkan kepada makna batiniah shalat itu.
20. Ilmu yang sesungguhnya adalah yang ada di sisi Allah SWT, sementara ilmu yang kita miliki hanyalah semu dan palsu. Selama manusia tidak melepas kepalsuan itu, ia tidak akan menemukan ilmu sejati. Ilmu sejati tidak akan berlawanan dengan perbuatan. Setan adalah contoh pemilik ilmu yang perbuatannya berlawanan dengan ilmu yang dimilikinya.
21. Mujahadah adalah perjuangan spiritual dengan cara menekan keinginan-keinginan jasmani, nafsu, dan jiwa, agar tunduk di bawah kendali ruh kita. Musyahadah adalah penyaksian akan kebesaran dan keagungan Allah SWT melalui tanda-tanda keagungan-Nya di alam ini.
22. Kecintaan seseorang kepada anak atau orang tua semestinya tidak melebihi kecintaannya kepada Allah SWT. Ia harus menyadari bahwa orang tua maupun anak adalah anugerah Allah SWT yang bersifat sementara, dan cepat atau lambat ia akan berpisah dengan mereka. Maka seharusnya perpisahan itu tidak membuatnya gundah dan gelisah mengingat hal itu terjadi karena kehendak Allah SWT [ QS 80 : 34-37]
23. Dalam sebuah hadist, Nabi SAW berkata : “Shalat adalah mi’raj kaum mukmin.” Mi’raj berarti naiknya ruh menghadap Allah SWT meski jasad kita tetap berada di alam ini. Jika shalat seseorang belum membawanya kepada keadaan seperti ini, berarti ia belum melakukan shalat dengan sempurna.
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Jumat, 13 April 2012
#KulTwit Jumat 13-04-2012
Salam pagi untuk belahan sini dan Salam malam untuk belahan sana. Semoga pagi malam kita kegiatannya disukai Allah.. Aamiin ˆ⌣ˆ
Teringat sabda Baginda RosullulLah SAW : sebuah pemahaman apapun tanpa dibarengi sebuah pengakuan adalah : Dzolim !
.....dan bilamana sebuah pengakuan tanpa adanya sebuah Aplikasi adalah: Fasik !
Syariat tanpa Hakikat = ......Hampa...... Hakikat tanpa Syariat = ( )Gumpa( ) (kosong)
Terkadang kata-kata ga bisa wakilin ungkapan rasa, namun kata maaf adalah jalan bijaksana tuk penyelesaian.
Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat Allah) (QS. Yunus 10:26)
Barang siapa yg mengharapkan pertemuan dengan ALLAH, Maka sesungguhnya Waktu(yang dijanjikan) ALLAH pasti datang. Dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al-Ankabut 29:5)
Kalo mau kenalan ma ......DIA....... kuatkan niat.......insyaallah.......
Capek emang....... bahkan nanti akan lebih melelahkan lagi.......
Namun bagi pecinta-NYA... tidak akan ada kata menyerah walaupun harus terus berjalan dengan terseok-seok, jatuh-bangun...
Rintangannya menuju kesana dirasa cukup berat bagi sebagian besar umat... karena harus "melawan" diri sendiri...
Yang harus "ditempuh" untuk jangka waktu yang tidak sebentar.......
Syarat sah untuk menjadi islam adalah dengan bersyahadat. Sahnya bila ada saksi,....sah dalam segala hal yang dapat mengislami.
Sholatnya sah, perbuatanya sah, pekerjaannya sah, dalam menolong orang sah...dll..
Bunyinya menjadi syarat yang hakekat dan wajib, karena mengikuti jalan sang guru sebagai penemu hakekat. Setelah syahadat barulah islam.
Hanya Allah pemilik kebenaran.... hanya menyampaikan amanah, mohon maaf apabila terdapat kesalahan... sama-sama belajar... mohon koreksi :)
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Teringat sabda Baginda RosullulLah SAW : sebuah pemahaman apapun tanpa dibarengi sebuah pengakuan adalah : Dzolim !
.....dan bilamana sebuah pengakuan tanpa adanya sebuah Aplikasi adalah: Fasik !
Syariat tanpa Hakikat = ......Hampa...... Hakikat tanpa Syariat = ( )Gumpa( ) (kosong)
Terkadang kata-kata ga bisa wakilin ungkapan rasa, namun kata maaf adalah jalan bijaksana tuk penyelesaian.
Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat Allah) (QS. Yunus 10:26)
Barang siapa yg mengharapkan pertemuan dengan ALLAH, Maka sesungguhnya Waktu(yang dijanjikan) ALLAH pasti datang. Dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al-Ankabut 29:5)
Kalo mau kenalan ma ......DIA....... kuatkan niat.......insyaallah.......
Capek emang....... bahkan nanti akan lebih melelahkan lagi.......
Namun bagi pecinta-NYA... tidak akan ada kata menyerah walaupun harus terus berjalan dengan terseok-seok, jatuh-bangun...
Rintangannya menuju kesana dirasa cukup berat bagi sebagian besar umat... karena harus "melawan" diri sendiri...
Yang harus "ditempuh" untuk jangka waktu yang tidak sebentar.......
Syarat sah untuk menjadi islam adalah dengan bersyahadat. Sahnya bila ada saksi,....sah dalam segala hal yang dapat mengislami.
Sholatnya sah, perbuatanya sah, pekerjaannya sah, dalam menolong orang sah...dll..
Bunyinya menjadi syarat yang hakekat dan wajib, karena mengikuti jalan sang guru sebagai penemu hakekat. Setelah syahadat barulah islam.
Hanya Allah pemilik kebenaran.... hanya menyampaikan amanah, mohon maaf apabila terdapat kesalahan... sama-sama belajar... mohon koreksi :)
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Selasa, 10 April 2012
Pintu 7
Ini (Dalam)Diam AKU Berkata-Kata tentang pintu-pintu lapisan di Pembuka Kitab.......
Selamat menikmati perjalanan spiritual dari pintu 1 sampai ke pintu 7
Hijab 1 Niat (Ayat 1)
Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Niat harus tulus karena Niat segala pangkal Ibadah, Muamalah dan Ilmu.
Kenapa Niat??? karena "Dengan Nama/Asma' ALLAH" berarti komitmen kita terhadap segala hal adalah untuk 1 tujuan ALLAH Robbul'alamiin.
Kenapa Tulus??? karena di dalam "rasa" Tulus ada "rasa" Kasih dan Sayang hanya kepada-NYA....
Hijab 2 Pujian (Ayat 2)
Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)
Manusia senang dipuji bila mempunyai kelebihan atas yg lain dan memuji bila menginginkan sesuatu.... Namun itu semua memalingkan kita dari yang seharusnya kita puja dan puji secara terus-menerus dalam batin... bukan hanya qouli/kata saja tetapi batinnya memuji DIA Yang Maha Agung....
Hijab 3 Cinta (Ayat 3)
Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Kasih Sayang terlebur dalam Cinta.... namun sering berpaling pada Dunia, Langit-NYA, Akherat-NYA dan makhluk-NYA.... Cintailah DIA setelus hati.... Jangan dipaksakan... Biarkan DIA menyentuh Cinta kita melalui perbuatan-NYA di kehidupan kita....
Hijab 4 Kuasa (Ayat 4)
Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)
Kuasa itulah "rasa" manusia yg terikat oleh dunia.... namun ketika "rasa" itu dikembalikan kepada-NYA karena "rasa" Kuasa itu hanya milik-NYA sedang kita hanya wayang bukan dalang.... biarkan "rasa" Kuasa-NYA menyelimuti hidup kita....
Hijab 5 Penggantungan Diri (Ayat 5)
Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)
Penggantungan diri kita sering kita gantungkan pada milik-NYA.... bukan pada DIA.... sehingga yang menggerakkan kita bukan AKU tetapi aku/nafsu/ke-aku-an.... jika penggantungan diri ini sudah kita pasrahkan... Maka Fa Insya Alloh pertolongan-NYA akan datang dalam kehidupan kita....
Hijab 6 Petunjuk (Ayat 6)
Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)
Petunjuk menuju jalan yang lurus ini sering kita lupakan.... sedang petunjuk-NYA ada pada hal-hal baik yang kasar maupun yang halus dan datang pada kita baik disengaja maupun tak terduga itulah petunjuk-NYA...
karena mereka semua digerakkan oleh Dalang untuk menunjukkan jalan pada kita....
Hijab 7 Nikmat (Ayat 7)
Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)
Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)
Rasa Nikmat ini mencakup t(sensor)t/baitul muqoddas, hati/baitul muharrom, pikiran/baitul makmur. Apapun "rasa" diketiga tempat itu mari kita "nikmati".... plus maupun minus mari kita nikmati... karena menuju yang 1 diperlukan "rasa" Nikmat, tanpa keluh kesah dan mengeluh.... Mengapa???? karena pahit getir manis lezat sentuhan-NYA terasa Nikmat.... Agar kita tidak menjadi yang dimurkai karena tidak butuh DIA dan yang disesatkan karena mengaku sebagai AKU padahal nafs-nya sendiri yang mengaku-aku sebagai AKU.....
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Selamat menikmati perjalanan spiritual dari pintu 1 sampai ke pintu 7
Hijab 1 Niat (Ayat 1)
Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Niat harus tulus karena Niat segala pangkal Ibadah, Muamalah dan Ilmu.
Kenapa Niat??? karena "Dengan Nama/Asma' ALLAH" berarti komitmen kita terhadap segala hal adalah untuk 1 tujuan ALLAH Robbul'alamiin.
Kenapa Tulus??? karena di dalam "rasa" Tulus ada "rasa" Kasih dan Sayang hanya kepada-NYA....
Hijab 2 Pujian (Ayat 2)
Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)
Manusia senang dipuji bila mempunyai kelebihan atas yg lain dan memuji bila menginginkan sesuatu.... Namun itu semua memalingkan kita dari yang seharusnya kita puja dan puji secara terus-menerus dalam batin... bukan hanya qouli/kata saja tetapi batinnya memuji DIA Yang Maha Agung....
Hijab 3 Cinta (Ayat 3)
Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Kasih Sayang terlebur dalam Cinta.... namun sering berpaling pada Dunia, Langit-NYA, Akherat-NYA dan makhluk-NYA.... Cintailah DIA setelus hati.... Jangan dipaksakan... Biarkan DIA menyentuh Cinta kita melalui perbuatan-NYA di kehidupan kita....
Hijab 4 Kuasa (Ayat 4)
Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)
Kuasa itulah "rasa" manusia yg terikat oleh dunia.... namun ketika "rasa" itu dikembalikan kepada-NYA karena "rasa" Kuasa itu hanya milik-NYA sedang kita hanya wayang bukan dalang.... biarkan "rasa" Kuasa-NYA menyelimuti hidup kita....
Hijab 5 Penggantungan Diri (Ayat 5)
Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)
Penggantungan diri kita sering kita gantungkan pada milik-NYA.... bukan pada DIA.... sehingga yang menggerakkan kita bukan AKU tetapi aku/nafsu/ke-aku-an.... jika penggantungan diri ini sudah kita pasrahkan... Maka Fa Insya Alloh pertolongan-NYA akan datang dalam kehidupan kita....
Hijab 6 Petunjuk (Ayat 6)
Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)
Petunjuk menuju jalan yang lurus ini sering kita lupakan.... sedang petunjuk-NYA ada pada hal-hal baik yang kasar maupun yang halus dan datang pada kita baik disengaja maupun tak terduga itulah petunjuk-NYA...
karena mereka semua digerakkan oleh Dalang untuk menunjukkan jalan pada kita....
Hijab 7 Nikmat (Ayat 7)
Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)
Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)
Rasa Nikmat ini mencakup t(sensor)t/baitul muqoddas, hati/baitul muharrom, pikiran/baitul makmur. Apapun "rasa" diketiga tempat itu mari kita "nikmati".... plus maupun minus mari kita nikmati... karena menuju yang 1 diperlukan "rasa" Nikmat, tanpa keluh kesah dan mengeluh.... Mengapa???? karena pahit getir manis lezat sentuhan-NYA terasa Nikmat.... Agar kita tidak menjadi yang dimurkai karena tidak butuh DIA dan yang disesatkan karena mengaku sebagai AKU padahal nafs-nya sendiri yang mengaku-aku sebagai AKU.....
Semoga Bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima KASIH :)
Langganan:
Komentar (Atom)