Senin, 09 April 2012

Mengenang (Alm) Mbah Kakung :)

Ini (Dalam)Diam AKU Berkata-Kata belajar isi jangan kulitnya saja.


Selamat menikmati perjalanan spiritual menolong terselubungi kesombongan. #True Story


Pernah suatu ketika aku pulang ke kampung kelahiran ibuku, sebuah desa bagian dari kabupaten purwodadi... sebuah desa yang gersang, tanah liat, dan air yang sangaaaat susah......

Saat itu aku mendengar di rumah tetangga suara tangis bayi yang keras dan tak kunjung diam..... aku mencoba mendekat dan dengan gagahnya aku punya niat untuk menolongnya agar bisa terdiam.... aku sempat berfikir dengan segala amalan yang aku punya, aku pasti dapat meredakannya...... akan aku bacakan doa-doa yang panjang, yang tak semua orang menghafalnya.... (mungkin ini bagian dari kesombongan manusia)

Bersamaan dengan langkahku menuju ke rumah itu, datang pula (Alm).mbah kakung bersama dengan bapak bocah itu, ternyata 
(Alm)mbah kakung adalah orang yang biasa mengurusi anak-anak kecil dan orang yang keseleo atau patah tulang....

Akupun mencoba untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh 
(Alm)mbah kakung, aku diam, memperhatikan, (Alm)mbah kakung tersenyum .....

kemudian dengan lemah lembut di gendongnya bayi itu, cep... meneng le (diam nak)..... itu kata pertama yang aku dengar dari 
(Alm)mbah kakung..... kemudian beliau melafalkan : SEMILLAHIRROHMANIRROHIM ...... aku tertegun .... semillah ..... bukan bismillah .......... ????

Namun......apa yang terjadi kemudian sangat membuatku kagum, bayi itu langsung terdiam, tertidur pulas dalam gendongan 
(Alm)mbah kakung, (Alm)mbah kakung tersenyum ..... kemudian beliau bilang: wes bubar kabeh(sudah bubar smua) ..... wes aman ....... 

Luar biasa ..... aku tertunduk malu.... aku berfikir, aku bisa membaca bismillah dengan lidah yang fasih, tapi aku belum tentu bisa disejajarkan dengan batin mbah kakung yang kuat dan sarat dengan kepasrahan terhadap yang maha kuasa .... sehingga dengan kalimat yang kelirupun beliau mampu menangkap hakikat sejati dari ayat tuhan ......

salim sungkem dari aku cucu yang fakir
 kepada Almarhum Mbah Hartono. Al-fatihah sent




Semoga bermanfaat....... Hanya menyampaikan amanah dan tidak mengharapkan terima Kasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar