Senin, 09 April 2012

Talang Air

Ini kisah kedua dari [dalam]diam AKU berkata-kata.. Hanya berupa filosofi hidup aja sih... Yah moga-moga jeli ama faham dah esensinya.
Filosofi dari seorang dokter, "Saya hidup hanya ingin seperti talang air....." 

1.alkisah ada salah satu ketua yayasan yatim piatu yang punya proposal untuk kegiatan ditempatnya. 

2.sebut saja budi nama ketua tsb. Dia berkeliling sambil membawa proposal. Dia sampai didepan klinik, ada seorang pria berdiri disana

3.budi mgucapkan salam kpd pria tsb. 'Selamat siang pak' sapa budi. 'Terima kasih ya pak atas doa keselamatan buat siang ini' jwb pria

4.'Ada yg bs saya pak?' Lanjut pria. 'Bolehkah saya bertemu sama dokter pemilik klinik disini? Jawab budi. 

4.4.'Ada yg bs saya bantu pak?' Lanjut pria. 'Bolehkah saya bertemu sama dokter pemilik klinik disini? Jawab budi. 

5.'Owh..silakan masuk pak, saya sendiri orangnya. Saya Pekerti' jwb pria. 'Saya budi, pak pekerti. Maaf mengganggu waktunya' jwb budi

6.[skip]Budi kemudian menyerahkan proposalnya ke dokter pekerti. Budi hanya menitipkan proposal tersebut. Ikhtiar kata benak Budi

7.Dua hari sbelum acara budi mendapat kiriman 30unit komputer dan uang tunai 100jt. Budi bingung dari mana ini datangnya. 

8.Setelah dibuka ternyata ada notes 'talang air'. Seketika budi melompat quantum kembali ke masa dia keliling kasih proposal. 

9.Pikirannya bergerak cepat, dan berhenti diplang petunjuk. Yang tertulis klinik talang air dokter pekerti. 

10.Budipun mendapat tersangka siapa pengirim gelap ini. Yang buat dia bingung kenapa dokter itu tau yayasan butuh 30unit komputer

11.[skip]Acara berjalan lancar dan anak-anak yatim piatu bisa tenang belajar dan hidup karena masih banyak kelebihan uang dari dokter

12.Waktu berlari kencang tanpa mengingat apa yang sudah terjadi dilampau. Terbangun Budi dari mimpinya yang mendapat senyum dr dokter 

13.Hatipun tergelitik untuk keklinik dokter pekerti. Membawa kenang-kenangan dari anak-anak dan sekedar mengucapkan terima kasih.

14.'Ada keluhan apa ini pak?' Tny dokter. 'Sudah lupa saya Dok?' Jwb budi. 'Wah saya kan banyak ketemu orang tiap hari, maaf saya lupa' 

15.'Saya Budi, Dok. Yg wkt itu nitipin proposal disini' budi. 'Proposal yg mana pak? Krn bnyak proposal yg saya terima.' 

16.[skip] Budi penasaran kenapa dokter pekerti mau menyumbang padahal dia ga tau valid atau tidak isi proposal yg diterimanya 

17.Dokter pekerti menjelaskan 'Saya hidup hanya ingin seperti talang air, talang air kan ga pernah menahan air lama-lama.... 

18. ....air lewat gitu aja. Tapi talang kan selalu basah. Coba kalo kita jd ember, cuma menampung aja. Ga ngasih apa-apa....

19. .....kcuali kalo udah penuh, baru dah meluap kemana-mana. Jadi,kesannya kepaksa ngasih." 

20. End aja yah ceritanya, semoga jeli dan ada manfaatnya kisah ... Hanya menyampaikan amanah dan tidak menerima terima kasih ˆ⌣ˆ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar